Perikanan

Ikan Komet : Cara Budidaya, Cara Merawat Dan Ciri Cirinya Lengkap 2020

Halo sahabat Ketemu lagi dengan lingkuptani.com, ikan komet merupakan ikan hias yang banyak di budidayakan loh. Ikan komet memiliki bentuk variatif dan warna yang serta pola yang unik. Ikan ini hampir sama dengan ikan koi karena berasal dari family yang sama.

Ikan ini dikenal dengan ikan cantik berekor panjang. Sahabat pernah melihatnya ? atau sudah mengenalnya. Ikan cantik dengan warna orange berbintik putih. Ikan ini hampir mirip dengan ikan koi ya sahabat.

Ikan komet di kembangkan di Amerika sekitar abad ke-19. Nama ikan ini di ambil dari nama benda angkasa yaitu comet/komet. Ikan komet memiliki ketahanan lebih dari ikan Mas. Karena harganya yang murah ikan komet banyak di minati oleh konsumen ikan hias.

Bentuk tubuh yang unik relative di gemari banyak masyarakat ya sahabat. Ikan ini juga di buru anak-anak sebagai peliharaan dan hiburan karena bentuknya yang lucu. Karakteristik ikan ini adalah pada sirip yang lebih panjang meskipun hampir sama dengan ikan mas.

Perbedaan Ikan Komet Jantan & Betina

Ikan komet jantan memliki sirip dada panjang dan tebal kepala tidak melebar tubuh lebih tipis dan ramping. Sedangkan ikan komet betina memiliki sirip dada relative pendek dan tipis, kepala relative kecil dan tubuhnya lebih tebal atau gemuk.

Ciri-Ciri Ikan Komet

  • Bentuknya hampir sama dengan ikan mas namun lebih panjang.
  • Warnanya hampir sama seperti ikan mas yaitu warna merah atau putih.
  • Memiliki ekor panjang dan indah.
  • Tubuhnya memanjang dan tegak pipih.
  • Mulutnya terletak di ujung sehingga mudah di sembulkan.
  • Ikan komet tersusun dari gigi geraham , kerongkongan , dan tigi gigi.
  • Tubuhnya di penuhi sisik dengan sirip punggung bersinggungan dengan sirip perutnya.

Cara Budidaya Ikan Komet

#1. Pemilihan Induk

Sahabat harus memastikan kondisi ikan komet yang akan dijadikan indukan harus sudah matang gonate dengan memiliki ciri-ciri :

  • Ikan komet jantan : pada bagian sirip dada terdapat bagian menonjol dan bila di raba terasa kasar. Apabila perut di urut ke arah genital akan keluar cairan berwarna putih.
  • Ikan komet betina : pada bagian sirip dada terdapat bagian bintik-bintik apabila di raba akan terasa halus. Perutnya terasa lembek dan pada lubang genital kemerah-merahan. Apabila perut di urut akan keluar cairan kuning bening. Selain itu calon indukan harus berumur selama 6 bulan.

#2. Persiapan Kolam Pemijahan

Tempat pemijahan biasanya menggunakan aquarium berukuran 60cm x 40 cm .

  • Masukan air kedalam aquarium setinggi 30 cm namun air tersebut sudah di endapkan selama 24 jam.
  • Aquarium di berikan tanaman mengapung seperti enceng gondok atau jenis lainnya.

#3. Pemijahan

Setelah kolam dan indukan siap maka langkah selanjutnya adalah dengan  memasukan indukan dalam aquarium pada waktu sore hari.

Perbandingan jumlah indukan adalah 1 jantan dan 2 betina. Pemijahan akan terjadi pada malam hari dan telur akan berhasil keluar pada pagi hari dengan menempel pada neceng gondok yang di letakan di aquarium tersebut.

#4. Penetasan Telur

Setelah pemijahan ikan komet di keluarkan dari aquarium dan telur yang menempel pada enceng gondok akan menetas dan menjadi larva.

 Setelah itu Gantilah air tersebut dengan air baru yang telah di endapkan.

#5. Pemeliharaan larva

  • Setelah waktu satu minggu ikan komet dapat diberikan pakan alami.
  • Setelah berumur lebih dari itu maka bisa diberikan pakan berupa pellet dan lainnya.

Demikian  sahabat  , setelah beberapa proses tersebut di lalui maka pada langkah akhir adalah pemanenan. Bagaimana sahabat tertarik untuk membudidayakan ikan ini ? Jangan lupa dukung terus  lingkuptan.com untuk memberikan informasi menarik lainnya ya sahabat.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *