Breaking News

Cara Menanam Tomat Hidroponik

Tomat merupakan salah satu sayur dan buah yang menjadi primadona di Indonesia. Hampir semua masakan Indonesia menggunakan tomat sebagai salah satu bahannya. Atas dasar tersebut, hampir semua orang di Indonesia menanam buah tomat hidroponik di kebun atau pekarangannya dikarenakan caranya yang mudah dilakukan.

Produksi tomat di luar negeri memiliki nilai yang luar biasa seperti di Belanda dengan kapasitas 42 – 67 kg/m2/tahun. Angka tersebut dihasilkan melalui teknik hidroponik. Sehingga banyak jasa penulis artikel yang membuat tulisan mengenai cara tanam hidroponik. Dikarenakan banyak referensi tersebut, kami mencoba merangkum beberapa tahap dalam menanam tomat menggunakan hidroponik.

Pemilihan Bibit yang Sesuai dan Tepat

Dalam menanam tomat baik secara hidroponik ataupun tidak, kita harus memperhatikan kualitas dan jenis tomat yang akan dipilih. Langkah pertama ini kita lakukan untuk memudahkan dalam penyesuaian dengan kondisi lingkungan tomat sehingga hasil produksinya menjadi maksimal. Berdasarkan beberapa referensi, kelompok tomat dibagi menjadi tiga:

  • Tomat Granola

Tomat Granola merupakan jenis tomat dengan bentuk fisik bulat dengan bagian dasar mendatar. Tomat ini sering kali disebut sebagai tomat buah dikarenakan tomat ini bisa secara langsung dimakan tanpa memberikan bumbu tambahan.

  • Tomat Gondol

Pernahkah Anda bertanya dari mana asal saus yang biasa Anda gunakan tersebut? Di dunia, termasuk di Indonesia, saus yang biasa kita konsumsi sehari hari menggunakan tomat jenis gondol. Tomat ini berasal dari tomat keturunan kultivar impor Roma, Italia.

  • Tomat Sayur

Terakhir jenis tomat adalah tomat sayur. Tomat ini cukup berbeda dengan tomat buah yang berbentuk padat dan besar. Tomat sayur sebagian besar sama-sama berbentuk padat namun beberapa spesiesnya berukuran kecil dan tersusun berangkai seperti tomat ranti.

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis tomat tersebut, Anda dapat membeli tomat sesuai keinginan Anda. Carilah toko yang menjual bibit tomat unggul untuk mendapatkan hasil yang baik. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan kemasan bibit terutama pada bagian label untuk mengetahui sifat tomat yang Anda beli.

Pembuatan Media Tanam Sederhana

Dalam pembuatan media tanam terutama untuk teknik hidroponik sangat mudah. Anda dapat menggunakan campuran arang sekam yang bisa dibuat sendiri. Komposisi arang sekam terdiri dari padi kering, tanah, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Arang sekam yang telah jadi, dimasukkan ke dalam media tanam dengan ketinggian yang cukup.

Penyemaian dengan Kedalaman 1 cm

Setelah Anda melakukan pemilihan bibit tomat berkualitas, Anda dapat menyemai bibit tomat sedalam 1 cm ke dalam media tanam. Untuk melakukan tahap ini, Anda membutuhkan media semai seperti polybag, rak semai, atau bedengan. Pilih sesuai kebutuhan Anda, baik yang sederhana ataupun penanganannya yang cukup mudah.

Sebelum menyemai, kami menyarankan kepada Anda untuk melakukan seleksi terhadap bibit yang kurang baik dengan cara merendam semua bibit tomat ke dalam air yang telah dicampur dengan ZPT dan fungisida. Tunggu selama 24 jam perendaman dan buang semua bibit yang mengapung dikarenakan bibit tersebut tidak baik.

Bibit yang telah dipilih kemudian di semai pada polybag atau rak semai atau bedengan. Sebelum menyemai, isi terlebih dahulu media tanam dengan media persemaian dan masukkan benih tomat sedalam 1 cm ke dalam media penyemaian. Bagian permukaan ditutupi dan lakukan penyiraman secukupnya dengan 2kali sehari.

Pemindahan Bibit Semai ke Dalam Polybag Pertumbuhan

Setelah melakukan penyemaian, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit semai ke dalam media tanam yang siap pakai. Untuk memindahkan bibit semai ke dalam media tanam terdapat dua cara, baik menggunakan cara pencabutan atau pemutaran.

  • Pencabutan

Cara pertama adalah menggunakan teknik pencabutan bibit semai. Cara ini bisa Anda lakukan untuk memisahkan media tanam semai dengan media tanam siap pakai. Anda cukup menyiram media semai menggunakan air agar menjadi dan lakukan secara perlahan. Setelah menjadi lunak, Anda dapat mencabut bibit semai.

Pada proses pencabutan, lakukan secara perlahan dan usahakan tanaman hingga akarnya dapat tercabut sempurna serta tidak putus atau rusak. Setelah mencabut, Anda dapat memasukkan bibit semai ke dalam media tanam siap pakai dengan menjaga dan mengatur posisi akar agar tegak lurus atau sesuai.

  • Pemutaran

Teknik kedua adalah menggunakan teknik pemutaran. Pada teknik ini, Anda perlu mengangkat tanaman atau bibit semai bersama dengan media semainya. Setelah semuanya siap, Anda dapat memasukkan bibit semai beserta media semainya ke dalam media siap tanam yang telah diberi nutrisi sebelumnya.

Pemupukan dan Pemberian Nutrisi Khusus Hidroponik

Pada umumnya, dalam teknik hidroponik, cara yang tepat digunakan adalah drip irrigation system. Sistem ini memanfaatkan pompa untuk mengalirkan nutrisi dan air secara otomatis kepada media tanam. Namun, jika Anda mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem ini, Anda dapat menggunakan embrat yang telah diisi oleh nutrisi dan menyiramkan pada media tanam.

Pada umumnya, untuk tomat hidroponik, nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB MIX dan LEWATIT HD-5. Kedua nutrisi ini sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tomat serta dapat Anda berikan kepada tomat sebanyak 2-4 kali dalam sehari. Konsentrasi larutan nutrisi bergantung terhadap jenis tomat yang Anda gunakan terutama untuk fase generatif dan vegetatif.

Monitoring dan Pemeliharaan Polybag

Setelah Anda melakukan pemupukan dan pemberian nutrisi, Anda dapat melakukan monitoring dan pemeliharaan polybag yang berisi tomat hidroponik yang Anda buat. Untuk menjaga kualitas tomat yang dihasilkan benar-benar baik, Anda harus memperhatikan beberapa poin penting seperti daun, keberadaan serangga atau hama.

  • Daun dan Bagian Tanaman

Dalam menjaga kualitas tomat hidroponik yang dihasilkan adalah varietas unggul, Anda harus memperhatikan kondisi tanaman setiap saat. Anda harus mengecek daun, tomat, batang, dan bagian tanaman lainnya. Jika Anda melihat terdapat daun tomat tua berada di media tanam, Anda dapat segera membuangnya.

Selain itu, jika Anda melihat terdapat tomat busuk, Anda dapat secara langsung membuangnya. Tanaman yang terlihat layu ataupun mati dapat Anda singkirkan beserta media tanamnya untuk menghindari penularan pada media tanam lainnya. Jaga media tanam agar tidak terlalu kering, siram secara rutin dan tidak terlalu basah untuk mencegah akar busuk.

  • Serangga atau Hama

Salah satu masalah utama dalam pertanian baik konvensional atau hidroponik adalah keberadaan serangga atau hama. Anda harus melakukan pengecekan setiap saat terhadap keberadaan hama. Anda juga harus mengetahui karakteristik tanaman yang terkena oleh hama tertentu.

Anda bisa mengusir hama secara manual ataupun menggunakan pestisida organik. Buanglah batang atau daun secara segera setelah dirusak oleh hama. Anda juga dapat menggunakan tanaman selingan untuk mengalihkan keberadaan hama atau serangga pada tanaman selingan tersebut.

Panen Tomat Hidroponik pada Waktunya

Setelah 2-3 bulan masa tanam menggunakan media tanam, Anda dapat memanen hasil tomat tersebut. Waktu pemanenan juga bergantung terhadap varietas tomat yang Anda gunakan. Pada umumnya, tomat yang siap di panen adalah tomat yang memiliki warna kuning atau merah, lalu batangnya lebih menguning serta daun tepinya mengering.

Petik tomat yang benar-benar matang. Kami menyarankan kepada Anda untuk melakukan pemetikan dalam rentang waktu 2-3 hari sekali. Hal ini untuk menghindari kerusakan tanaman. Lakukan pemetikan pada waktu tertentu seperti pada pagi hari atau pada sore hari ketika matahari tidak terik.

Menanam tomat hidroponik dapat menjadi alternatif Anda untuk belajar berkebun. Jika Anda masih pemula, Anda dapat melakukan konsultasi kepada para ahli atau praktisi untuk menentukan bibit yang akan digunakan dan teknik yang tepat. Sehingga hasil teknik hidroponik Anda menghasilkan varietas unggulan.

About Sa Imam

Check Also

Cara Menanam Jambu Mete

Jambu yang memiliki bentuk unik ini berbeda dengan Jambu biasanya. Letak perbedaannya terletak pada bagian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *